Tidak kusangka bahwa hal yang kukhawatirkan akan terjadi secepat ini. Tiba-tiba terjadi dan aku memulainya dengan gamang. Sungguh, antara percaya atau tidak, padahal aku sedang mempersiapkan semuanya, tetapi semua terjadi lebih cepat dan mengejutkan. Aku tidak ingin menyalahkan siapapun. Mungkin apa yang kualami sekarang adalah hal paling benar yang telah ditakdirkan oleh Tuhan. Tidak, aku tidak marah, hanya sedikit kecewa.
Aku kecewa pada mereka, orang-orang yang paling kukenal luar dalam. Tapi sungguh aku tak bisa berbuat apa-apa. Mereka mungkin menganggap bahwa aku sudah siap menghadapinya, toh aku sudah dewasa. Tapi terkadang mungkin aku masih ingin diperlakukan layaknya anak bungsu yang haus perhatian, yaa hanya sesekali mungkin. Tapi bisa saja aku sebenarnya kecewa pada diriku sendiri. Padaku yang belum berbuat banyak hal. Aku sendirilah yang membuatnya terasa menyedihkan. Betul tidak sih? Aku ingin bangkit lebih berani menghadapi dunia ini, tapi untuk kesekian kalinya aku juga ingin menangis. Entah, mana yang harus kuperjuangkan. Mungkin karena aku seringkali menghadapinya dengan sendirian.
Ini hanya soal waktu, ya entah kapan tiba waktunya. Tuhan akan menggantikan semua kesedihan ini. Meski tidak diganti, semoga ada pahala besar di dalamnya. Aku masih ingin hidup lebih baik. Mimpi-mimpi yang sempat terkubur kemarin, pelan-pelan kupikirkan kembali. Memang tidak mudah mencerna mimpi-mimpi itu. Tapi setidaknya akan ada satu mimpi yang bisa kuwujudkan dan membanggakan.
Entahlah, kadang-kadang aku ingin pindah ke suatu tempat yang baru. Sehingga hanya sesekali saja aku pulang ke rumah. Karena mendengar kata rumah, bukan lagi suatu hal yang indah. Aku ingin mengambil kebahagiaan di tempat lain, karena aku yakin ada yang jauh lebih indah dari rumah sekarang.
Comments
Post a Comment