Skip to main content

Berangkat Kerja

Tidak seperti banyak orang yang berangkat kerja ketika matahari belum keluar. Aku lumayan beruntung bisa berangkat kerja lebih siang dari mereka. Ketika aku masih sempat mencuci baju dan piring, menyapu lantai, membuat sarapan, dan menonton televisi. Rasa-rasanya sudah cukup waktu sekolah saja merasakan berangkat subuh hari. Setiap pagi akan terasa jauh lebih cepat dibanding waktu yang lain. Itulah mungkin perlu keahlian multitasking di sini. Atau memang perempuan pandai  melakukannya.

Perjalanan ke kantor menghabiskan waktu satu jam lamanya. Terbayang apa yang setiap hari kulalui dan tetap sama. Jalan yang panjang dan berliku, kadang aspal kadang berbatu. Aku sudah hafal betul dimana jalan yang berlubang dan dimana jalan yang ada polisi tidurnya. Semua kunikmati sembari terkadang memikirkan hal-hal yang berada di angan-angan. Motor matic yang kukendarai cukup bersahabat sejauh ini. Meski jarak tempuh yang panjang, tak pernah lelah rasanya berjuang bersama.

Rute perjalanan yang kulalui lebih banyak diisi oleh truk-truk besar bermuatan batu dan pasir. Kadang ada ragu untuk mendahului mereka bila di depan. Aku takut mereka kasar dan membahayakan. Kadang ditemui truk yang berjalan lambat karena kelebihan muatan, tapi tidak jarang juga menemui truk yang berjalan cepat hingga rasanya mau diseruduk dari belakang. Truk-truk itu menempuh perjalanan lebih panjang daripadaku. Sehingga rasa penat pastinya lebih memenuhi rongga-rongga kepalanya. Mereka adalah bagian dari penghuni jalanan. Ketidakhadiran mereka saat hari-hari besar memang membahagiakan, tapi tetap saja orang-orang mengingat dan membicarakannya.

Mungkin juga bukan truk-truk itu, melainkan sesama pengendara roda dua bermesin. Aku lebih sering menemui pengendara yang berjalan terburu-buru. Entah kecepatannya berapa, yang pasti lebih dari 60 km/jam. Ketika berkendara sedang damai-damainya, tetiba ada motor yang menyalip dari belakang, mengejutkan. Mereka juga tidak ragu untuk menerobos trotoar yang belum halus permukaannya. Aku tidak seberani mereka, mengingat resiko dan hal yang belum terbayang lainnya. 

Ya, inilah sebuah perjalanan berangkat kerja, aku belum ceritakan bagaimana was-wasnya rasa hati setiap melewati jembatan kali cisadane ketika permukaan jalannya bopeng sana sini. Tidak juga kuceritakan tanda bendera kuning yang acapkali kulihat tertempel di tiang listrik. Tidak akan juga kuceritakan bagaimana rasanya bila harus terkena buka tutup jalan karena jalannya sedang diperbaiki. Juga ketika pernah lupa harus lewat jalan mana karena pikiran sedang tidak karuan. Ya, itulah sekelumit cerita berangkat kerja. 

Comments

Popular posts from this blog

Interpretasi Lagu Tukar Jiwa (Tulus)

Tukar Jiwa Coba satu hari saja  kau jadi diriku kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu mengagumi menyayangimu dari sudut pandangku By : Tulus Bilakah sebuah rasa yang telah mengendap lama di dalam dada tak pernah sampai kepada orang yang dituju. Hanya disimpan rapat tak perlu siapapun tahu. Tapi adakalanya ingin sekali orang itu merasakan apa yang hati ini rasa. Betapa sulit untuk menjelaskan ini karena orang itu mungkin tak kan pernah mengerti bila diucapkan dengan kata. Cobalah bila kita bertukar jiwa untuk mengerti bagaimana rasa yang dipunya terlalu dalam untuk hanya sekadar disebut sebuah rasa. Mari kutunjukkan jika benar ini akan menjadi jalan bagimu tahu segala sesuatu yang terjadi pada diriku. Bagaimana ketika kakiku gemetaran setiap di dekatmu berada. Bagaimana ketika suara degup jantungku terdengar nyaring sampai kutakut semua orang mendengarnya. Bagaimana ketika pikiranku tak pernah jernih bila kau sudah bicara. Bagaimana ketika sudut bibi...

Sehat itu Penting

Dua bulan ini saya merasa tidak enak badan. Tangan kanan mendadak sakit luar biasa, saya kira dikarenakan pegal akibat naik motor setiap hari, seperti ada urat yang terjepit. Ternyata bagian pundak juga ikut-ikutan mengeluh. Belum lagi rasa lelah yang sangat setiap kali beraktifitas berat. Beberapa kali menduga ada keluhan di bagian perut kanan, apa mungkin ini gangguan ginjal atau hati? Saya menjadi khawatir, apalagi pernah punya pengalaman buruk dengan penyakit hati.  Alhasil minggu lalu saya lakukan medical check up untuk mengetahui apa gerangan yang terjadi pada tubuh saya. Dari mulai cek ginjal, hati, asam urat, hepatitis, gula darah, dan kolestrol. Setelah hasilnya keluar ternyata oh ternyata kolestrol saya tinggi sekali di angka 268. Bapak saya yang punya kolestrol saja ngga pernah setinggi itu ;). Beliau bahkan sudah menyerang jantung. Duhh, saya semakin dag dig dug, apalagi belakangan ini jantung saya pun terasa nyeri. Setelah tanya google, ternyata memang benar kalau...

Melihat Aku yang Baru

Tidak kusangka bahwa hal yang kukhawatirkan akan terjadi secepat ini. Tiba-tiba terjadi dan aku memulainya dengan gamang. Sungguh, antara percaya atau tidak, padahal aku sedang mempersiapkan semuanya, tetapi semua terjadi lebih cepat dan mengejutkan. Aku tidak ingin menyalahkan siapapun. Mungkin apa yang kualami sekarang adalah hal paling benar yang telah ditakdirkan oleh Tuhan. Tidak, aku tidak marah, hanya sedikit kecewa.  Aku kecewa pada mereka, orang-orang yang paling kukenal luar dalam. Tapi sungguh aku tak bisa berbuat apa-apa. Mereka mungkin menganggap bahwa aku sudah siap menghadapinya, toh aku sudah dewasa. Tapi terkadang mungkin aku masih ingin diperlakukan layaknya anak bungsu yang haus perhatian, yaa hanya sesekali mungkin. Tapi bisa saja aku sebenarnya kecewa pada diriku sendiri. Padaku yang belum berbuat banyak hal. Aku sendirilah yang membuatnya terasa menyedihkan. Betul tidak sih? Aku ingin bangkit lebih berani menghadapi dunia ini, tapi untuk kesekian ...