Mengapa judulnya saya tulis susah dulu baru senang? Waktu saya masih SMA, seorang guru selalu mendoktrin murid-muridnya bila kita ingin berkata mulailah dengan kata yang susah atau sulit baru akhiri dengan senang-mudah, karena itu seperti sugesti bahwa setelah kita mengalami kesusahan pasti akan ada kesenangan yang didapat. Dan susah-senang ini terjadi juga ketika kita melamar pekerjaan. Saya yakin 100% bahwa tidak semua orang mengalami kemudahan dalam mencari kerja. Saya sendiri termasuk yang menemui kesusahan hingga harus menunggu berbulan-bulan baru bisa diterima kerja. Begini ceritanya. Menjadi seorang sarjana bukan jaminan kita mudah mendapatkan pekerjaan. Nyatanya banyak sekali saingan sesama sarjana yang juga berjibaku untuk mendapat kerja. Istilahnya disebut fresh graduate. Masih fresh from the oven, idealis, dan inginnya yang muluk-muluk. Namun dunia kerja itu kejam, pencari kerja dari perusahaan bonafit juga pasti mendambakan CV berpengalaman sekian tahun dan mahir beberap...
Aku hanya hidup untuk hari ini. Bukan untuk kemarin atau masa yang akan datang.