Skip to main content

Sehat itu Penting

Dua bulan ini saya merasa tidak enak badan. Tangan kanan mendadak sakit luar biasa, saya kira dikarenakan pegal akibat naik motor setiap hari, seperti ada urat yang terjepit. Ternyata bagian pundak juga ikut-ikutan mengeluh. Belum lagi rasa lelah yang sangat setiap kali beraktifitas berat. Beberapa kali menduga ada keluhan di bagian perut kanan, apa mungkin ini gangguan ginjal atau hati? Saya menjadi khawatir, apalagi pernah punya pengalaman buruk dengan penyakit hati. 

Alhasil minggu lalu saya lakukan medical check up untuk mengetahui apa gerangan yang terjadi pada tubuh saya. Dari mulai cek ginjal, hati, asam urat, hepatitis, gula darah, dan kolestrol. Setelah hasilnya keluar ternyata oh ternyata kolestrol saya tinggi sekali di angka 268. Bapak saya yang punya kolestrol saja ngga pernah setinggi itu ;). Beliau bahkan sudah menyerang jantung. Duhh, saya semakin dag dig dug, apalagi belakangan ini jantung saya pun terasa nyeri. Setelah tanya google, ternyata memang benar kalau rasa pegal pegal di tangan dan kaki, pusing kleyengan, dan pundah nyeri adalah akibat kadar kolestrol dalam darah yang meningkat.



Semenjak itu saya jadi ubah pola makan, meski baru seminggu ini sih (kan baru cek minggu lalu). Katakan tidak untuk gorengan, susu, usus, cumi, ikan asin, minuman coklat instan, es krim, huhuhuhuh. Sedih sih tapi mikir kolestrol tinggi jadinya serem juga. Akhirnya setiap sarapan pagi saya ganti dengan oatmeal campur pisang tambahin dikit susu low fat (biasanya makan roti panggang yang dibanyakin margarin dan pakai keju), siangnya tetap makan nasi lauk sayur lengkap cuma saya jatahin untuk ngga sering-sering makan daging dan ayam, dan untuk malamnya saya usahakan ngga makan nasi lagi, lebih ke ngemil buah atau sayur yang dikukus, bisa juga sih dibarengi dengan oatmeal. 

Dan yang paling penting juga adalah olahraga! Sebisa mungkin setiap pagi badan saya keringatan karena selain bagus untuk kelancaran peredaran darah juga untuk ngebakar kalori. Maklum sehari-hari nyaris ngga pernah keluar keringat karena ketika berangkat kerja naik motor, terus di kantor cuma duduk aja di depan komputer, so penting banget kan olahraga. Biasanya saya hanya membiasakan olahraga di pagi hari dengan lari-lari kecil di dalam rumah atau naik sepeda statis punya bapak saya. Lumayan meski hanya 15 menit tapi keringat yang keluar banyak juga. Meski yang dianjurkan memang 30 menit sampai dengan 1 jam. 

Padahal selama setahun ini saya merasa badannya fit, ngga pernah flu, batuk, atau demam. Bisa dibilang saya sering mengalami stress berat dan makan yang ngga teratur tetapi Alhamdulillah puji syukur ngga pernah sakit. Nah ini pas diceki-ceki ternyata kolestrol. Sakit itu ngga enak, hahahaha. Badan yang biasanya segar, mendadak lesu dan cepat lelah. Berasa tua dari umur yang seharusnya ;). Bukan lagi angka di timbangan badan yang jadi permasalahan, yang penting sehat adalah kunci hidup bahagia. 

Comments

Popular posts from this blog

Interpretasi Lagu Tukar Jiwa (Tulus)

Tukar Jiwa Coba satu hari saja  kau jadi diriku kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu mengagumi menyayangimu dari sudut pandangku By : Tulus Bilakah sebuah rasa yang telah mengendap lama di dalam dada tak pernah sampai kepada orang yang dituju. Hanya disimpan rapat tak perlu siapapun tahu. Tapi adakalanya ingin sekali orang itu merasakan apa yang hati ini rasa. Betapa sulit untuk menjelaskan ini karena orang itu mungkin tak kan pernah mengerti bila diucapkan dengan kata. Cobalah bila kita bertukar jiwa untuk mengerti bagaimana rasa yang dipunya terlalu dalam untuk hanya sekadar disebut sebuah rasa. Mari kutunjukkan jika benar ini akan menjadi jalan bagimu tahu segala sesuatu yang terjadi pada diriku. Bagaimana ketika kakiku gemetaran setiap di dekatmu berada. Bagaimana ketika suara degup jantungku terdengar nyaring sampai kutakut semua orang mendengarnya. Bagaimana ketika pikiranku tak pernah jernih bila kau sudah bicara. Bagaimana ketika sudut bibi...

Melihat Aku yang Baru

Tidak kusangka bahwa hal yang kukhawatirkan akan terjadi secepat ini. Tiba-tiba terjadi dan aku memulainya dengan gamang. Sungguh, antara percaya atau tidak, padahal aku sedang mempersiapkan semuanya, tetapi semua terjadi lebih cepat dan mengejutkan. Aku tidak ingin menyalahkan siapapun. Mungkin apa yang kualami sekarang adalah hal paling benar yang telah ditakdirkan oleh Tuhan. Tidak, aku tidak marah, hanya sedikit kecewa.  Aku kecewa pada mereka, orang-orang yang paling kukenal luar dalam. Tapi sungguh aku tak bisa berbuat apa-apa. Mereka mungkin menganggap bahwa aku sudah siap menghadapinya, toh aku sudah dewasa. Tapi terkadang mungkin aku masih ingin diperlakukan layaknya anak bungsu yang haus perhatian, yaa hanya sesekali mungkin. Tapi bisa saja aku sebenarnya kecewa pada diriku sendiri. Padaku yang belum berbuat banyak hal. Aku sendirilah yang membuatnya terasa menyedihkan. Betul tidak sih? Aku ingin bangkit lebih berani menghadapi dunia ini, tapi untuk kesekian ...