Setiap kalimat yang mulai meluncur dari mulutmu sungguh ingin kuhindari. Dulu mungkin tidak begini, tapi sekarang mendadak menjadi palu yang siap menghantam kepala. Dingin di luar setelah hujan panjang semakin menyudutkanku akan pertanyaanmu. Aku benci sekarang dan akan menjadi selamanya. Tanyamu mengorek ke dalam semua luka yang kupunya. Kau sesungguhnya tahu bahwa aku belum benar benar sembuh. Tapi entah kemana rasiomu untuk memahami hal se-humanis ini. Mungkin karena kau selalu melihatku tegar dan bersahaja. Tapi pernahkah sekalipun kau menengok ke kamarku untuk sekadar memastikan bahwa aku baik baik saja. Tidakkah kau berpikir mata sayu tiap pagi yang kutunjukkan adalah hasil gerimisku setiap malam yang belum pernah berhenti sampai dengan malam ini. Jadi, jangan pernah tanya lagi.
Tukar Jiwa Coba satu hari saja kau jadi diriku kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu mengagumi menyayangimu dari sudut pandangku By : Tulus Bilakah sebuah rasa yang telah mengendap lama di dalam dada tak pernah sampai kepada orang yang dituju. Hanya disimpan rapat tak perlu siapapun tahu. Tapi adakalanya ingin sekali orang itu merasakan apa yang hati ini rasa. Betapa sulit untuk menjelaskan ini karena orang itu mungkin tak kan pernah mengerti bila diucapkan dengan kata. Cobalah bila kita bertukar jiwa untuk mengerti bagaimana rasa yang dipunya terlalu dalam untuk hanya sekadar disebut sebuah rasa. Mari kutunjukkan jika benar ini akan menjadi jalan bagimu tahu segala sesuatu yang terjadi pada diriku. Bagaimana ketika kakiku gemetaran setiap di dekatmu berada. Bagaimana ketika suara degup jantungku terdengar nyaring sampai kutakut semua orang mendengarnya. Bagaimana ketika pikiranku tak pernah jernih bila kau sudah bicara. Bagaimana ketika sudut bibi...
Comments
Post a Comment