Skip to main content

Jangan Pernah Tanya Lagi

Setiap kalimat yang mulai meluncur dari mulutmu sungguh ingin kuhindari. Dulu mungkin tidak begini, tapi sekarang mendadak menjadi palu yang siap menghantam kepala. Dingin di luar setelah hujan panjang semakin menyudutkanku akan pertanyaanmu. Aku benci sekarang dan akan menjadi selamanya. Tanyamu mengorek ke dalam semua luka yang kupunya. Kau sesungguhnya tahu bahwa aku belum benar benar sembuh. Tapi entah kemana rasiomu untuk memahami hal se-humanis ini. Mungkin karena kau selalu melihatku tegar dan bersahaja. Tapi pernahkah sekalipun kau menengok ke kamarku untuk sekadar memastikan bahwa aku baik baik saja. Tidakkah kau berpikir mata sayu tiap pagi yang kutunjukkan adalah hasil gerimisku setiap malam yang belum pernah berhenti sampai dengan malam ini. Jadi, jangan pernah tanya lagi.

Comments

Popular posts from this blog

Interpretasi Lagu Tukar Jiwa (Tulus)

Tukar Jiwa Coba satu hari saja  kau jadi diriku kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu mengagumi menyayangimu dari sudut pandangku By : Tulus Bilakah sebuah rasa yang telah mengendap lama di dalam dada tak pernah sampai kepada orang yang dituju. Hanya disimpan rapat tak perlu siapapun tahu. Tapi adakalanya ingin sekali orang itu merasakan apa yang hati ini rasa. Betapa sulit untuk menjelaskan ini karena orang itu mungkin tak kan pernah mengerti bila diucapkan dengan kata. Cobalah bila kita bertukar jiwa untuk mengerti bagaimana rasa yang dipunya terlalu dalam untuk hanya sekadar disebut sebuah rasa. Mari kutunjukkan jika benar ini akan menjadi jalan bagimu tahu segala sesuatu yang terjadi pada diriku. Bagaimana ketika kakiku gemetaran setiap di dekatmu berada. Bagaimana ketika suara degup jantungku terdengar nyaring sampai kutakut semua orang mendengarnya. Bagaimana ketika pikiranku tak pernah jernih bila kau sudah bicara. Bagaimana ketika sudut bibi...

Sehat itu Penting

Dua bulan ini saya merasa tidak enak badan. Tangan kanan mendadak sakit luar biasa, saya kira dikarenakan pegal akibat naik motor setiap hari, seperti ada urat yang terjepit. Ternyata bagian pundak juga ikut-ikutan mengeluh. Belum lagi rasa lelah yang sangat setiap kali beraktifitas berat. Beberapa kali menduga ada keluhan di bagian perut kanan, apa mungkin ini gangguan ginjal atau hati? Saya menjadi khawatir, apalagi pernah punya pengalaman buruk dengan penyakit hati.  Alhasil minggu lalu saya lakukan medical check up untuk mengetahui apa gerangan yang terjadi pada tubuh saya. Dari mulai cek ginjal, hati, asam urat, hepatitis, gula darah, dan kolestrol. Setelah hasilnya keluar ternyata oh ternyata kolestrol saya tinggi sekali di angka 268. Bapak saya yang punya kolestrol saja ngga pernah setinggi itu ;). Beliau bahkan sudah menyerang jantung. Duhh, saya semakin dag dig dug, apalagi belakangan ini jantung saya pun terasa nyeri. Setelah tanya google, ternyata memang benar kalau...

Melihat Aku yang Baru

Tidak kusangka bahwa hal yang kukhawatirkan akan terjadi secepat ini. Tiba-tiba terjadi dan aku memulainya dengan gamang. Sungguh, antara percaya atau tidak, padahal aku sedang mempersiapkan semuanya, tetapi semua terjadi lebih cepat dan mengejutkan. Aku tidak ingin menyalahkan siapapun. Mungkin apa yang kualami sekarang adalah hal paling benar yang telah ditakdirkan oleh Tuhan. Tidak, aku tidak marah, hanya sedikit kecewa.  Aku kecewa pada mereka, orang-orang yang paling kukenal luar dalam. Tapi sungguh aku tak bisa berbuat apa-apa. Mereka mungkin menganggap bahwa aku sudah siap menghadapinya, toh aku sudah dewasa. Tapi terkadang mungkin aku masih ingin diperlakukan layaknya anak bungsu yang haus perhatian, yaa hanya sesekali mungkin. Tapi bisa saja aku sebenarnya kecewa pada diriku sendiri. Padaku yang belum berbuat banyak hal. Aku sendirilah yang membuatnya terasa menyedihkan. Betul tidak sih? Aku ingin bangkit lebih berani menghadapi dunia ini, tapi untuk kesekian ...