Pagi hari, di kereta yang biasa ditumpangi. Akan berangkat saat waktu bergerak ke angka setengah delapan. Penuh tidak penuh, bukan mirip angkutan yang kerap menunggu untuk mengejar setoran. Beruntung aku bisa membayar hanya dengan seribu lebih lima ratus hingga sampai tujuan. Meskipun harus berdesakan dengan binatang-binatang. Ini keretaku yang menjadi idaman. Masih seperti dahulu saat aku pernah menawan.
Tukar Jiwa Coba satu hari saja kau jadi diriku kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu mengagumi menyayangimu dari sudut pandangku By : Tulus Bilakah sebuah rasa yang telah mengendap lama di dalam dada tak pernah sampai kepada orang yang dituju. Hanya disimpan rapat tak perlu siapapun tahu. Tapi adakalanya ingin sekali orang itu merasakan apa yang hati ini rasa. Betapa sulit untuk menjelaskan ini karena orang itu mungkin tak kan pernah mengerti bila diucapkan dengan kata. Cobalah bila kita bertukar jiwa untuk mengerti bagaimana rasa yang dipunya terlalu dalam untuk hanya sekadar disebut sebuah rasa. Mari kutunjukkan jika benar ini akan menjadi jalan bagimu tahu segala sesuatu yang terjadi pada diriku. Bagaimana ketika kakiku gemetaran setiap di dekatmu berada. Bagaimana ketika suara degup jantungku terdengar nyaring sampai kutakut semua orang mendengarnya. Bagaimana ketika pikiranku tak pernah jernih bila kau sudah bicara. Bagaimana ketika sudut bibi...
Comments
Post a Comment